Please enter your e-mail address. We will send your password immediately.

Pesantren itu tumbuh berkembang bersama penghuninya. Bersama amaliyah penghuninya. Yang harus dimulai adalah ya memulai aja. Misal, ga ada tanah kosong, ya dimulai dari rumah. Dari pekarangan rumah. Dari halaman rumah. Dari ruang tamu. . . Saya ga ngajarin semua nunggu. . . Nunggu sempurna. Engga. Mulai aja. Mulai dari kerja, usaha, sampe amal2 seperti rumah tahfizh dan pesantren. Mulai aja. . . Dan jadi walisantri, dan santri, enak dapet dan membersamai pesantren2 yg bs tumbuh bareng. . . Sejatinya, Daqu dan Darman (Daarul Mansur, hehehe, istilah baru, hahaha), tumbuh bersama penghuninya... . . Saya ksh contoh... Blm ada tanah kosong? Buka aja. Seada2nya. Tar murid2 dan wali2murid, santri2 dan wali2santri, doa bareng. Sekalian lsg aja memberkahi rumah guru. Agar tambah luas.. . . 10th kemudian, keajaiban terjadi. Semua yg ikhlas di generasi2 awal berdoa dan mendoakan, dan memberkahi dg minimnya fasilitas, akan jd orang2 hebat semua di berbagai lapangan. Dan sebagiannya akan ada yg jd pimpinan di tempat ya 10th ga ada apa2. Tapi kemudian, di 10th kemudiannya, lapangan bola aja, ada. Bangunan tumbuh kayak disulap dari bawah tanah. Masjid sempurna, asrama sempurna, kelas2 sempurna. Fasiitas2 sempurna. . . Dan ini berlaku di urusan apa aja... Jangan tunggu semuanya ada dan apalagi nunggu sempurna. Ngapain. Jalan aja... . . Biar Allah Yang Membimbing dan Menyempurnakan. . . Ini foto progres Darman Wanayasa... Bismillaah walhamdulillaah... Masjid, asrama, kelas... Laa hawla walaa quwwata illaa billaah... al 'aliyyil 'azhiim. . . Yang mau daftar di Darman Wanayasa: 0822 600 600 34 . . Yang mau daftar di Darman Rumpin: 0856 494949 37
jam 12.30 di iNewsTV sd 13.30 wib . . bismillaah walhamdulillaah... . . saya pernah miskin banget. sampe sadar, mau apa idup... di dunia miskin... tar di akhirat gmn? di dunia ga punya apa2. di akhirat bakal punya apa? sampe kemudian belajar2 agama, belajar2 ibadah. dan emang sengaja minta ke Allah, dengan cara menjalankan agamaNya dan beribadah kepadaNya. saya ga terlalu peduli orang yg ga butuh kekayaan dari Allah. lah saya butuh? ga enak jadi orang miskin. ga enak jadi orang susah. ga enak hidup serba kekurangan. ga enak hidup serba menderita. dikata2in orang. dianjing2in orang. dibabi2in orang. diledek orang. dihina orang. sebab kesalahan juga. jadi, saat Allah menyuruh saya minta kepadaNya, ya saya minta. bahkan Allah menyuruh saya minta keutamaan2 dariNya. karuniaNya. ni'matNya. rizkiNya. kelebihan dariNya. Bahasa Allah... was-aluwllooha min fadhlih... minta. cari. berharaplah.. keutamaan2Nya, karunia2Nya, ni'matNya, rizkiNya, kelebihan dariNya. dan yang saya senang, kalau minta ke Allah, Allah yang diminta, senang. kalau minta ke Allah, diitung sebagai ibadah dan amal saleh. belum lagi dikabul, ati udah dibuat girang. bahwa doa2, permintaan2, harapan2, diitung juga buat ngegugurin dosa dan kesalahan, kejahatan dan keburukan, maksiat dan kelalalain. keren ini. ga ada yg sia2 doa itu. plus ngundang kebaikan dan nolak keburukan dan bala yang lebih besar. . . makin semangatlah saya minta idup kaya, idup seneng, idup makmur, berkelimpahan... dengan sebuah janji ke Allah, bakal banyak berbagi, jadi yang dermawan, sekalian minta dibimbing jd orang kaya yang idup penuh manfaat, penuh berkah dan penuh ridha Allah. taat, tunduk, patuh, sama Allah. hidup bercahaya. banyak bikin orang seneng. . . ya. saat miskin, penuh derita, penuh kekacauan... saya melihat diri saya, jujur aja, emang kurang ibadah... ga ada shalat malam, ga ada shalat dhuha, ga ada shalat berjamaah, ga ada shalat sunnah qobliyah ba'diyah, ga ada bacaan2 Qur'an, ga ada zikir ini zikir itu. ga ada kebaikan buat sesama. manfaat idup buat sesama, yang jadi ibadah juga ga ada. padahal itu semua bs jadi amal saleh. kerja dan usaha, ga jadi ibadah. smuanya sepi dari ibadah. lalu saya nyalah2in orang lain.